Saya tidak habis pikr, mengapa saya menyebut diri sendiri sebagai orang gila. Saya tidak habis pikir, mengapa saya menyebit diri sendiri sebagai orang yang tidak waras. Bukan karena BBM mulai naik lagi, yang katanya membuat banyak orang gila jumlahnya bertambah, tapi karena memang, saya merasa bahwa orang lain melihatku sebagai orang gila.
Mencoba untuk berkisah kepada si Malin, bahwa diriku sendiri untuk saat ini masih merasa bahwa aku ini bukan orang gila. Dan agar tahu saja, bahwa si Malin adalah seekor kucing kesayangan, dan dia bukan sebagai seorang manusia, kurasa.
Hanya saja, perasaan itu timbul secara tiba-tiba. Seperti suatu perasaan cinta kepada seseorang yang kadang memang melewati jalur yang tidak terduga-duga.
Kau tau, si Warsito, seorang paruh baya, yang satu bulan yang lalu ditemukan mati tergeletak di depan emperan toko Pak Mahmud. Dia adalah orang yang hampir setiap hari melewati jalan Rusuna Said. Jalan itu hanyalah jalan biasa. Tapi dibalik itu, jalan itu sering menjadi tempat berlalunya orang-orang yang dalam keadaan putus asa. Dan untuk seorang Warsito, kita sudah menyebut sebagai seorang yang mencpai level puncaknya (gila).
Saya bukanlah seperti Warsito, walau dari saya sendiri sudah melabelkan diri sebagai orang gila. Tapi saya adalah orang gila yang masih malu untuk lupa tidak berpakaian ketika berada di pinggir jalan, dan saya juga bukanlah seorang yang bisa tertawa sendiri atas imajinasi yang ada di dalam kepala. Atau juga menikmati secangkir kopi dengan para Mickey.
Tapi, tetap saja, perasaan itu tetap saja ada, yang menyebut diriku sebagai orang gila. Kau tahu apa artinya?
Kadang memang orang punya pikiran dan pendapat masing-masing. Tapi khusus untukku, mereka sepertinya sepakat berfikiran bahwa aku ini adalah orang gila. begitu kata pikiranku. Kau tahu kenapa?
Tidak ada yang sepesial di dalam keseharianku, hanya saja, selama 10 Tahun terakhir ini, aku selalu pada jam yang sama, di tempat yang sama, menunggu seseorang yang tidak pernah muncul kembali, selama itu. Dan banyak orang menyebutku sebagai orang gila.
Purwokerto Online
Information for all knowing. Berbagi itu menyenangkan, semoga itu menjadi kebahagiaan tersendiri dan menjadikan kebahagiaan yang sempurna.
Jumat, 30 Maret 2012
Senin, 15 Agustus 2011
Postingan Di Hari Puasa
Akhirnya, setelah sekian lama bergulat di dunia Online, pada kali ini aku bisa mengisi blogku yang sudah cukup berumur ini. Sekalian aku maun mengucapkan selamat berpuasa bagi siapa saja yang menjalankannya.
Sudah sekian lama memang ingin melakukan beberapa perubahan yang berarti bagi situs ini, walaupun memang karena keterbatasan, alamat masih menggunakan yang gratis-gratis aja, dan kalau memang nama itu penting, aku ingin isi yang menjadi lebih penting.
Sempat terpikir untuk melakukan perombakan total pada tema, sehingga terlihat seperti situs yang berbayar. Tapi, berhubung aku ingin baik dengan blogger dan google, inginnya pake yang standar-standar dulu. Sukur-sukur dari pengunjung blog ada yang minat untuk melihat iklan yang disajikan, sok atuh, mumpung ngeliat iklan itu gratis dan tidak membuat anda ketagihan. ;D
Entah mengapa, saat ini saya sedang melakukan banyak sekali aktivitas download file yang ada di internet. Mumpung kecepatan sedang over, dan saya yakin, jarang bisa aku dapatkan di warnet manapun.
Jumat, 12 Agustus 2011
Kebodohan Profesor yang Menganggap Agama Sebuah Mitos Terjawab Sudah
Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini.
"Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".
"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.
"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.
"Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".
"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.
"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.
Terompet Sangkakala, Apakah Ada Hubungannya Dengan Alam Semesta?
Tulisan ini disadur dari salah satu blog yang beralamat di http://mubarakcp.blogspot.com/. Isinya cukup menarik anda baca, dan sepertinya memberikan sedikit wawasan tentang kehidupan dan juga gambaran akan kejadian masa depan.
“Sebelum kiamat datang, apa yang sekarang di lakukan oleh malaikat Isrofil?” Mungkin yang ada di benak kita malaikat Isrofil itu seperti sesosok seniman yang asyik mengelap terompet kecilnya sebelum tampil diatas panggung. Sebenarnya seperti apa sih terompetnya atau yang biasa juga dikenal dengan sangkakala malaikat Isrofil itu?
Sekitar enam tahun silam sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman melakukan observasi terhadap alam semesta untuk menemukan bentuk sebenarnya dari alam semesta raya ini sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat bundar atau prediksi lain menyebutkan bentuknya datar saja.
“Sebelum kiamat datang, apa yang sekarang di lakukan oleh malaikat Isrofil?” Mungkin yang ada di benak kita malaikat Isrofil itu seperti sesosok seniman yang asyik mengelap terompet kecilnya sebelum tampil diatas panggung. Sebenarnya seperti apa sih terompetnya atau yang biasa juga dikenal dengan sangkakala malaikat Isrofil itu?
Sekitar enam tahun silam sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman melakukan observasi terhadap alam semesta untuk menemukan bentuk sebenarnya dari alam semesta raya ini sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat bundar atau prediksi lain menyebutkan bentuknya datar saja.
Langganan:
Entri (Atom)
